Kamis, 08 November 2018

SELEKSI MEDIA PEMBELAJARAN

Seleksi Media Pembelajaran 


Sumber: dosenmuslim.org


BAB I
PENDAHULUAN
     A.    Latar Belakang
            Pada hakikatnya proses belajar mengajar adalah proses komunikasi. Kegiatan belajar mengajar di kelas merupakan suatu dunia komunikasi tersendiri bagi guru dan peserta didik. Dalam proses belajar mengajar seringkali terjadi komunikasi dan interaksi yang kurang baik sehingga membuat peserta didik jenuh dan proses pembelajaran menjadi tidak efektif dan efisien. Salah satu usaha untuk mengatasi keadaan demikian ialah penggunaan media secara terintegrasi dalam proses belajar mengajar.
Media merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kegiatan proses belajar mengajar. Karena beraneka ragamnya media tersebut, maka  masing-masing media mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Dalam menggunakan media pembelajaran tidak semua media dapat dipergunakan. Media pebelajaran yang ingin digunakan oleh guru, harus dipilih dan disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran. Guru tidak hanya dituntut untuk tepat sasaran dalam meyampaikan pelajaran, namun disaat yang sama guru juga dianjurkan agar memilih media pembelajaran yang tepat. Sebab, fungsi media pembelajaran bersifat membantu guru dan peserta didik dalam melakukan efektifitas waktu pembelajaran dan penyajian yang menyenangkan agar diperoleh tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Untuk itu perlu memilih media pembelajaran dengan cermat dan tepat  agar dapat digunakan sacara tepat guna.[1]
     B.     Rumusan Masalah
1.      Apa faktor-faktor dalam pemilihan media pembelajaran?
2.      Apa saja prinsip-prinsip dalam pemilihan media pembelajaran?
3.      Apa saja kriteria pemilihan media pembelajaran?
4.      Bagaimana tiips dalam memilih media pembelajaran?
     C.    Tujuan
      1.      Untuk mengetahui faktor-faktor dalam pemilihan media pembelajaran.
      2.      Untuk mengetahui prinsip-prinsip dalam pemilihan media pembelajaran.
      3.      Untuk mengetahui kriteria pemilihan media pembelajaran.
4.      Untuh memahami tips dalam memilih media pembelajaran.



BAB II
PEMBAHASAN

A.            Faktor-faktor Pemilihan Media Pembelajaran
Pada tingkat yang menyeluruh dan umum, pemilihan media dapat dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut :
1.    Hambatan pengembangan dan pembelajaran yang meliputi faktor-faktor dan, fasilitas dan peralatan yang telah tersedia, waktu yang tersedia ( waktu mengajar dan pengembangan materi serta media ), sumber-sumber yang telah tersedia ( manusia dan material ).
2. Persyaratan isi, tugas, dan jenis pembelajaran. Isi pembelajaran beragam dari sisi tugas yang ingin dilakukan siswa, misalnya penghafalan, penerapan keterampilan, pengertian hubungan-hubungan, atau penalaran dan pemikiran tingkatan yang lebih tinggi. Setiap kategori pembelajaran itu menuntut perilaku yang berbeda-beda, dan media penyajian yang berbeda-beda pula.
3. Hambatan dari sisi siswa dengan mempertimbangkan kemampuan dan keterampilan awal, seperti membaca, mengetik, dan menggunakan computer, serta karakteristrik siswa lainnya.
4. Pertimbangan lainnya adalah tingkat kesenangan ( preferensi lembaga, guru, dan pelajar ) dan keefektifan biaya.
5. Pemilihan media sebaiknya mempertimbangkan pula :
a. Kemampuan mengakomodasikan penyajian stimulus yang tepat (visual dan audio).
b. Kemampuan mengakomodasikan respon siswa yang tepat ( tertulis, audio, dan kegiatan fisik ).
c. Kemampuan mengakomodasi umpan balik.
d. Pemilihan media utama dan media sekunder untuk penyajian informasi atau stimulus, dan untuk latihan dan tes (sebaiknya media dan tes menggunakan media yang sama). Misalnya, untuk tujuan belajar yang melibatkan penghafalan.
6. Media sekunder harus mendapat perhatian karena pembelajaran yang berhasil menggunakan media yang beragam. Dengan penggunaan media yang beragam, siswa memiliki kesempatan untuk menghubungkan dan berinteraksi dengan media yang paling efektif sesuai dengan kebutuhan belajar mereka secara perorangan.[2]
B.            Prinsip-prinsip Pemilihan Media Pembelajaran
            Dari segi teori belajar, berbagai kondisi dan prinsip-prinsip psikologis yang perlu mendapat pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan media adalah sebagai berikut:
1. Motivasi. Harus ada kebutuhan, minat, atau keinginan untuk belajar dari pihak siswa sebelum meminta perhatiannya untuk mengerjakan tugas dan latihan. Lagi pula pengalaman yang akan dialami siswa harus relevan dan bermakna baginya. Oleh karena itu, perlu untuk melahirkan minat dengan perlakuan yang memotivasi dari informasi yang terkandung dalam media pembelajarn itu.
2. Perbedaan individual. Siswa belajar dengan cara dan tingkat kecepatan yang berbeda-beda. Faktor seperti intelegensia, tinkat pendidikan, kepribadiannya, dan gaya belajar mempengaruhi kemampuan dan kesiapan siswa untuk belajar. Tingkat kecepatan penyajian informasi melalui media harus berdasarkan tingkat pemahaman.
3. Tujuan pembelajaran. Jika siswa diberitahukan apa yang diharapkan mereka pelajari melalui media pembelajaran itu, kesempatan untuk berhasil dalam pembelajaran semakin besar. Tujuan ini akan menentukan bagian isi yang mana yang harus mendapatkan perhatian pokok dalam media pembelajaran.
4. Organisasi isi. Pembelajaran akan lebih mudah  jika isi dan prosedur atau ketrampilan fisik yang akan dipelajari diatur dan diorganisasikan ke dalam urutan yang bernakna. Siswa akan memahami dan mengingat lebih lama materi pelajaran yang secara logis disusun dan diurut-urutkan secara teratur.
     5. Persiapan sebelum belajar. Siswa sebaiknya telah menguasai secara baik pelajaran dasar atau memiliki pengalaman yang diperlukan secara memadai yang mungkin merupakan persyaratan untuk penggunaan media dengan sukses. Dengan kata lain, ketika merancang materi pelajaran, perhatian harus ditujukan kepada sifat dan tingkat pemahaman siswa.
6.  Emosi. Pembelajarn yang melibatkan emosi dan perasaan pribadi serta kecakapan amat berpengaruh dan bertahan. Media pembelajaran adalah cara yang sangat baik untuk menghasilkan respon emosional seperti takut, cemas, empati, cinta kasih, dan kesenangan.
       7. Partisipasi. Agar pembelajaran berlangsung dengan baik, seorang siswa harus menginternalisasi informasi, tidak sekedar diberitahukan kepadanya. Oleh karena itu belajar memerlukan kegiatan. Partisipasi aktif oleh siswa jauh lebih baik daripada mendengarkan dan menonton secara pasif.  Dengan partisipasi kesempatan lebih besar terbuka bagi siswa untuk memahami dan mengingat materi pelajaran itu.
       8. Umpan Balik. Hasil belajar dapat meningkat apabila secara berkala siswa diinformasikan kemajuan belajarnya. Pengetahuan tentang hasil belajar, pekerjaan yang baik atau kebutuhan untuk perbaikan pada sisi-sisi tertentu akan memberikan sumbangan terhadap motivasi belajar yang berkelanjutan.
9. Penguatan (reinforcement). Pembelajran yang didorong oleh keberhasilan amat bermanfaat, dapat membangun kepercayaan diri, dan secara positif mempengaruhi perilaku di masa-masa yang akan datang.
10.  Latihan dan pengulangan. Agar suatu pengetahuan atau keterampilan dapat menjadi bagian kompetensi atau kecakapan intelektual seseorang, haruslah pengetahuan atau keterampilan itu sering diulang dan dilatih dalam berbagai konteks. Dengan demikian ia dapat tinggal dalm ingatan jangka panjang.
11. Penerapan. Hasil belajar yang diinginkan adalah meningkatkan kemampuan seseorang untuk menerapakan atau mentransfer hasil belajar pada masalh atau situasi baru. Tanpa dapat melakukan ini, pemahaman sempurna belun dapat dikatakan dikuasai.[3]
    
     Selain itu, kriteria pemilihan media pembelajaran juga ada beberapa tahapan yaitu:
1. Pemilihan media harus sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Guru atau dosen harus memahami pemilihan media pembelajaran. Sebab, media pembelajaran memiliki peran dan kegunaan masing-masing. Ketapatan memilih  media pembelajaran juga berpengaruh pada sasaran, yakni peserta didik.
2. Pemilihan media harus berdasarkan konsep yang jelas. Dalam artian, penggunaan media tidak hanya untuk mengisi jam kosong guru atau sebagainya. Akan tetapi, penggunaan media harus betul-betul mempertimbangkan ketetapan dan sasaran yang ingin dicapai. Jika meninginkan siswa paham dan  mengerti sejarah tentang Rasululllah SAW, maka peserta didik dapat dilihatkan film audio-visual yang mengisahkan Rasulullah SAW, bukan yang lainnya. Hal ini penting, agar media tidak hanya dijadikan alat mengontrol guru yang malasuntuk masuk kelas. Sehingga sswa hanya diberi tontonan semata tanpa  memiliki tujuan, arah, dan konsep yang jelas.
3. Pemilihan media harus disesuaikan dengan karakteristik siswa. Ketersesuaian antara media dan karakter iswa menjadi penting untuk dipertimbangkan, sehingga pembelajaran tidak membosankan, lebih bermakna, dan mempermudah proses transfer pesan pembelajaran kepada diri siswa.
4. Pemilihan media harus sesuai dengan gaya belajar siswa serta gaya dan kemampuan guru. Dalam konteks ini, guru dituntut untuk mampu mengoprasionalkan media dengan baik sesuai dengan gaya belajar siswa yang beragam.
5. Pemilihan media harus sesuai dengan kondisi lingkungan, fasilitas, waktu yang tersedia untuk kebutuhan pembelajaran.[4]
     Adapun hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media pembelajaran menurut Sanjaya menggunsksn model ACTION., antara lain :
1. Acces, artinya media yang diperlukan dapat tersedia, mudah, dan dapat dimanfaatkan siswa.
   2. Cost, artinya media yang akan dipilih atau digunakan, pembiayaannya dapat dijangkau.
3. Technology, artinya media yang akan digunakan apakah teknologinya tersedia dan mudah menggunakannya.
4. Interactivity, artinya media yang akan dipilih dapat memunculkan komunikasi dua arah atau interaktivitas. Sehingga siswa akan terlibat (aktif) baik secara fisik, intelektual dan mental.
5. Organization, artinya dalam memilih media pembelajaran tersebut, secara organisatoris mendapatkan dukungan dari pimpinan sekolah (ada unit organisasi seperti pusat sumber belajar yang mengelola).
6. Novelty, artinya media yang dipilih tersebut memiliki nilai kebaruan, sehingga memiliki daya tarik bagi siswa yang belajar.[5]

C.            Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran
      Beberapa kriteria yang patut diperhatikan dalam memilih media yaitu :
1.      Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Media yang dipilih berdasarkan tujuan intruksional yang telah ditetapkan secara umum mengacu kepada salah satu atau gabungan dari dua atau tiga ranah kognitif, efektif, psikomotor. Tujuan ini dapat digambarkan dalam bentuk tugas yang harus dikerjakan atau dipertunjukkan oleh siswa, seperti menghafal, melakukan kegiatan yang melibatkan kegiatan fisik atau pemakaian prinsip-prinsip seperti sebab dan akibat, melakukan tugas-tugas yang melibatkan pemikiran pada tingkatan lebih tinggi.
2.      Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi. Media yang berbeda, misalnya film dan grafik memerlukan simbol dan kode yang berbeda, dan oleh karena itu memerlukan proses dan keterampilan mental yang berbeda untuk memahaminya. Agar dapat membantu proses pembelajaran secara efektif, media harus selaras dan sesuai dengan kebutuhan tugas pembelajaran dan kemampuan mental siswa.
3.      Praktis, luwes, dan bertahan. Jika tidak tersedia waktu, dana, atau sumber daya lainnya untuk memproduksi, tidak perlu dipaksakan. Media yang mahal dan memakan waktu lama untuk memproduksinya bukanlah jaminan sebagai media yang terbaik. Kriteria ini menuntun para guru atau instruktur untuk memilih media yang ada, mudah diperoleh, atau mudah dibuat sendiri oleh guru. Media yang dipilih sebaiknya dapat digunakan dimana pun dan kapanpun dengan peralatan yang tersedia di sekitarnya, serta mudah dipindahkan dan dibawa ke mana-mana.
4.       Guru terampil menggunkannya. Ini merupakan salah satu kiteria utama. Apapun media itu, guru harus mampu mnggunakannya dalam proses pembelajaran. Nilai dan manfaat media amat ditentukan oleh guru yang menggunakannya, proyektor transparansi (OHP), proyektor slide dan film, komputer, dan peralatan canggih lainnya tidak akan mempunyai arti apa-apa  jika guru belum dapat menggunakannya dalam proses pembelajaran sebagai upaya mempertinggi mutu dan hasil belajar.
5.      Pengelompokan sasaran. Media yang efektif untuk kelompok besar belum tentu sama efektifnya jika digunakan pada kelompok kecil atau perorangan. Ada media yang tepat untuk jenis kelompok besar, kelompok sedang, kelompok kecil dan perorangan.
6.      Mutu teknis. Pengembangan visual baik gambar maupun fotograf harus memenuhi persyaratan teknis tertentu. Misalnya, visual pada slide harus jelas dan informasi atau pesan yang ditonjolkan dan ingin disampaikan tidak boleh terganggu oleh elemen lain.[6]
D.  Tips dalam Memilih Media Pembelajaran
Sebelum memutuskan untuk memanfaatkan media dalam kegiatan pembelajaran di dalm kelas, hendaknya guru melakukan seleksi terhadap media pembelajaran mana yang akn digunakan untuk mendampingi dirinya dalam membelajarkan peserta didiknya. Berikut ini beberapa tips atau pertimbangan-pertimbangan yang dapat digunakan guru dalam melakukan seleksi terhadap media pembaelajaran yang akan digunakan.[7]
1.      Menyesuaikan Jenis Media denganMateri Kurikulum
Sewaktu akan memilih jenis media yang akn dikembangkan atau diadakan maka perlu yang diperrhatiakan adalah jenis materi pelajaran yang mana yang terdapat di dalam kurkulum yang dinilai perlu ditunjang oleh media pembelajaran. Kemudian, dilakukan telaah tentang jenis media apa yang diniai tepat untuk menyajikan materi pelajaran yang dikehendaki tersebut.
Sebagai contoh misalnya, pelajaran Bahasa Arab, untuk kemampuan berbahasa mendengarkan atau menyimak (maharah istima’), media yang lebih tepat digunakan adalah media kaset audio. Sedangkan untuk kemampuan menulis atau tata bahasa, maka media yang lebih tepat digunakan adalah media cetak. Sedangkan untuk mengajarkan kepada peserta didik tentang cara-cara menggunakan organs of spech untuk menuturkan kata atau kalima (pronounciation), mak media video akan lebih tepat digunakan.
2.      Keterjangkauan dalam Pembiayaan
Dalam pengembangan atau pengadaan media pembelajaran hendaknya juga mempertimbngakan ketersediaan anggaran yang ada. Kalau seandainya guru harus membuat sendiri media pembelajaran, maka hendaknya dipikirkan apakah ada diantara sesama guru yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan media pembelajaran yang dibutuhkan. Kalau tidak ada, maka perlu dijajaki berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan mediannya.
3.       Ketersediaan Perangkat Keras untuk Pemanfaatan Media Pembelajaran
Tidak ada gunannya merancang dan mengembangkan media secanggih apapun kalau tidak didukung oleh ketersediaan peralatan pemanfaatannya di kelas. Apa artinya tersedia media pembelajaran online apabila, disekolah tidak tersedia perangkat komputer dan fasilitas koneksi ke internet yang juga di dukung oleh Lokal Area Network (LAN). Sebaliknya, pemilihan media pembelajaran sederhana(seperti misalnya media kaset audio) untuk dirancang dan dikembangkan akan sangat bermanfaat karena peralatan / fasilitas pemanfaatannya tersedia di sekolah atau mudah diperoleh di masyarakat, selain itu sumber energi yang diperlukan untuk mengoperasikan peralatan pemanfaatan media sederhana juga cukup mudah yaitu hanya dengan menggunakan baterai kering.  Dari segi ekspertis atau keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengembangkan media sederhana seperti media kaset audio atau transparasi misalnya tidaklah terlalu sulit untuk mendapatkannya. Tidaklah juga terlalu sulit untuk mempelajari cara-cara perancangan dan pengembangan media sederhana.
4.      Ketersediaan Media Pembelajaran di Pasaran
Karena promosi dan peragaan yang sangat mengagumkan/ mempesona atau menjanjikan misalnya, sekolah langsung tertarik untuk membeli media pembelajarn yang ditawarkan. Namun sebelum membeli media pembelajrannya (program), sekolah harus terlebih dahulu  membeli perangkat keras untuk pemanfaatannya. Setelah peralatan pemanfaatan media pembelajarannya dibeli ternyata di antara guru ada atau belum tanu bagaimana cara-cara mengoperasikan peralatan, pemanfaatan media pembelajaran media pembelajaran yang akan diadakan tersebut. Di samping itu media pembelajarannya (program) sendiri ternyata sulit didapatkan di pasaran sebab harus dipesan terlebih dahulu untuk jangka waktu tertentu.
Kemudian, dapat saja terjadi bahwa media pembelajaran yang telah dipesan dan dipelajri, kandungan materi pelajarannya sedikit sekali relevan dengan kebutuhan peserta didik (sangat dangkal). Sebaliknya, dapat juga terjdi bahwa materi yang dikemas di dalam media pembelajaran sangat cocok dari membantu mempermudah siswa memahami materi pelajaran. Namun, yang menjadi masalah adalah bahwa media pembelajaran tersebut sulit didapatkan di pasaran.
5.      Kemudahan Memanfaatkan Media Pembelajaran
Aspek lain yang juga tidak kalh pentinnya untuk dipertimbangkan dalam pengembangan atau pengadaan media pembelajaran adalah kemudahan guru atau peserta didik memanfaatkannya. Tidak akan terlalu bermanfaat apabila media pembelajaran dikembangkan sendiri atau yang dikontrakkan pembuatannya ternyata tidak mudah dimanfaatkan, baik oleh guru maupun oleh peserta didik. Media yang dikembangkan atau dibeli tersebut hanya akan berfungsi sebagai pajangan di sekolah.[8]



BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
            Pemilihan media dapat dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut: (1) Hambatan pengembangan dan pembelajaran yang meliputi faktor-faktor dan, fasilitas dan peralatan yang telah tersedia (2) Persyaratan isi, tugas, dan jenis pembelajaran (3) Hambatan dari sisi siswa dengan mempertimbangkan kemampuan dan keterampilan awal, seperti membaca, mengetik, dan menggunakan computer (4) Pertimbangan lainnya adalah tingkat kesenangan.
Prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran yakni:Motivasi, Perbedaan individual, Tujuan pembelajaran, Organisasi isi, Persiapan sebelum belajar, Emosi, Partisipasi, Umpan Balik, Penguatan (reinforcement), Latihan dan pengulangan, Penerapan. Dan adapun kriteria pemilihan media pembelajaran yaitu: Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, Praktis, luwes, dan bertahan, Guru terampil menggunkannya, Pengelompokan sasaran, Mutu teknis.
Tips dalam memilih media pembelajaran antara lain: menyesuaikan jenis media dengan materi kurikulum, keterjangkauan dalam pembiayaan, ketersediaan perangkat keras untuk pemanfaatan media pembelajaran, ketersediaan media pembelajaran di pasaran, kemudahan memanfaatkan media pembelajaran.






DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar. Media Pembelajaran. Jakarta. PT RajaGrafindo Persada:2016
Humaidi, Rif’an. Media Pembelajaran Konsep dan Implementasi. Jember. STAIN
Jember Press:2013.
Sanjaya, Wina. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta. Kencana
Prenada Media:2011.
Asnawir dan M. Basyiruddin Usman. Media Pembelajaran. Jakarta: Ciputat Pers:
2002.
Nurhasnawati. Media Pembelajaran. Pekanbaru: Pusaka Riau:2011.




[1] Rif’an Humaidi. Media Pembelajaran Konsep dan Aplikasi. (Jember:STAIN JEMBER PRESS, 2013). Hlm. 67.
[2] Azhar Arsyad, Media Pembelajaran (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2016), 69.

[3] Ibid, 71.
[4] Rif’an Humaidi, Media Pembelajaran Konsep dan Implementasi (Jember: STAIN Jember Press, 2013), 75.
[5] Wina Sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011), 224.
[6] Azhar Arsyad, Media Pembelajaran (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2016), 74.
7Asnawir dan M. Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, Jakarta: Ciputat Pers. 2002, hlm.124                              

[8] Nurhasnawati, Media Pembelajaran. (Pekanbaru: Pusaka Riau, 2011). H  lm.54.









Tidak ada komentar:

GAJI GURU HONORER DI SEKOLAH NEGERI DAN SWASTA

BERAPA GAJI GURU HONORER? Kegiatan mendidik anak merupakan tugas yang mulia, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. anak tidak hanya didid...