BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Program bimbingan yang tidak memberikan layanan informasi akan
menghalangi peserta didik berkembang lebih jauh. Hal ini dikarenakan mereka
memberikan kesempatan untuk mempelajari data dan fakta yang dapat mempengaruhi
jalan hidupnya. Namun, mengingat luasnya informasi yang tersedia saat ini,
mereka harus mengetahui pula informasi manakah yang relevan untuk mereka dan
mana yang tidak relevan, serta informasi macam apa yang menyangkut data dan
fakta yang tidak berubah dengan beredarnya roda waktu. Perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat mengakibatkan corak kehidupan
masyarakat terus berubah, sehingga sebagian dari fakta dan data yang kemarin
merupakan kenyataan, besok lusa sudah bukan kenyataan lagi.
Perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat mengakibatkan corak kehidupan
masyarakat terus berubah, sehingga sebagian dari fakta dan data yang kemarin
merupakan kenyataan, besok lusa sudah bukan kenyataan lagi. Maka, disamping
mendapatkan informasi tentang kenyataan lingkungan hidup yang berlaku sekarang
ini, peserta didik juga harus memperoleh informasi tentang cara mengikuti
perubahan dalam lingkungan hidupnya, dan dari sumber-sumber yang mana dapat
digali tentang pengetahuan tentang hal-hal yang telah berubah atau kiranya akan
berubah dikemudian hari.
Maka, disamping mendapatkan
informasi tentang kenyataan lingkungan hidup yang berlaku sekarang ini, peserta
didik juga harus memperoleh tentang cara mengikuti perubahan dalam lingkungan
hidupnya dan dari sumber-sumber yang mana dapat digali tentang pengetahuan
tentang hal-hal yang telah berubah atau kiranya akan berubah di kemudian hari.
Dengan demikian, penulis akan membahas tentang pengertian layanan informasi,
jenis-jenis informasi, sumber-sumber informasi, dan mekanisme penyajian
informasi.[1]
B.
Rumusan
Masalah
1. Apa pengertian
layanan informasi?
2. Apa saja jenis dan sumber informasi?
3. Bagaimana mekanisme
penyajian informasi?
C.
Tujuan
1. Menjelaskan pengertian layanan informasi.
2. Merumuskan jenis
dan sumber informasi.
3. Mendeskripsikan
mekanisme penyajian informasi.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Layanan Informasi
Penyajian
informasi adalah merupakan salah satu dari beberapa kegiatan dalam rangka
program layanan bimbingan di sekolah untuk membantu siswa dalam mengenal
lingkungannya. Terutama kesempatan-kesempatan yang ada di lingkungannya yang
dapat dimanfaatkan bauk pada masa kini maupun pada masa mendatang. Penyajian
informasi dimaksudkan untuk membantu siswa memberikan wawasan, sehingga para
siswa dapat menggunakan informasi ini untuk merencanakan kehidupan masa kini
maupun masa depan.
Dalam
pelaksanaan layanan bimbingan di sekolah, layanan informasi diberikan pada
siswa di sekolah sekurang-kurangnya ada tiga alasan yang melatarbelakangi
mengapa layanan informasi perlu dan penting diberikan dalam program layanan
bimbingan di sekolah. Alasan-alasan yang dimaksud diantaranya:
Pertama, layanan informasi adalah merupakan suatu landasan dasar jika siswa
akan diperlengkapi dengan pengetahuan dasar yang diperlukan untuk memikirkan
secara mendalam pokok permasalahan pribadi yang penting, yaitu taraf
pendidikan, pemilihan pekerjaan, dan pemeliharaan kepribadian dengan semakin
lajunya pertumbuhan dan perkembangan dunia yang tampak semakin kompleks dan
kompetetif maka lebih jauh layanan bimbingan di sekolah memikul tanggung jawab
yang berat untuk memenuhi tuntutan para siswa dalam bidang kependidikan.
Sasaran layanan informasi bukanlah hanya memberikan informasi, tetapi juga
mendorong siswa untuk menilai ide-ide, keadaan, dan arah secara kritis agar
mereka memperoleh pemahaman diri pribadi pada masa kini maupun masa mendatang.
Kedua, layana informasi merupakan salah satu landasan dasar yang dipakai
sebagai acuan untuk mampu mengatur tindakannya sendiri. Para siswa masa kini
diharapkan untuk dapat mampu memikul tanggung jawab dibandingkan dengan para
siswa sebelumnya. Suasana mengatur diri sendiri secara mandiri terutama
menunjuk bahwa individu itu sendiri merencanakan dan mengetahui apa yang
semestinya mereka lakukan didasarkan atas data-data yang diketahui. Suatu
layanan informasi yang hidup dan terus berenyut harus memiliki: (1)
sumber-sumber dan alat yang cukup memadai untuk mengumpulkan informasi dengan
cepat, relevan dan mutakhir (2) dapat memperlancar pemberian informasi pada
siswa, agar mereka mampu memakai dan menggunakannya.
Ketiga, layanan informasi merupakan suatu landasan dasar apabila siswa
mengeksplorasi dan menyadari kemungkinan-kemungkinan stabilitas dan perubahan
ciri-ciri perkembangannya. Siswa perlu mengksplorasi posisi-posisi yang
memungkinkan diisi Tu ditempati setelah mereka menelusuri suatu jalan pintas. Mereka
harus memahami pilohannya, konsekuensi-konsekuensinya, dan rangkaian
pilihannnya. Kekurangan pengetahuan tentang pengembangan diri acapkali menjurus
pada kegagalan, penolakan dan gangguan-gangguan. Pengetahuan tentang
pengembangan diri yang mendalam memberikan kecenderungan pada citra diri yang
posistif dan mendorong kepribadian.
Noris (1972),
mengemukakan bahwa sasaran layanan informasi adalah untuk membantu pengembangan
pemahaman diri dan penerimaan diri, untuk mengembangakan kesadaran akan akibat
dari keputusan.
Bebrapa layanan
informasi yang lebih sesuai untuk para muid di Sekolah Dasar adalah sebagai
berikut:
1.
Untuk
mengembangkan kesadaran diri dan penerimaan diri
2.
Mengembangkan
pemahaman bahwa perubahan akan terjadi secara berkelanjutan dan berkesinambungan
3.
Mengembangkan
kesadaran akan tujuan pekerjaan yang ada dan bagaimana memenuhi kebutuhan
4.
Mengembangkan
kosep ketidaktergantungan terhadap orang lain (kemandirian)
5.
Mengembangakan
kesadaran bahwa seorang keluarga d an teman memainkan peran yang berpengaruh
dalam mempengaruhi sikap-sikap dan nilai nilai individual terhadap unit kerja
6.
Membantu
anak muda mengeksplorasi lapangan kerja dan menilai kekuatan dan minatnya di
mana dia dapat mengembangkan kemampuannya
7.
Membantu
memberikan pengalaman yang cukup memadai untuk memperkenalkan anak dengan
beberapa macam tipe pekerja yang berbeda
8.
Membantu
murid-murid untuk melihat hubungan timbal balik di antara macam-macam lapangan
kerja
9.
Membantu
murid-murid dalam membangun kebiasaan kerja dan belajar bagaimana bekerjasama
dengan bermacam-macam orang
10.
Membaantu
murid-murid dalam mengembangkan sikap positif terhadap semua macam pekerjaan
yang bermanfaat bagi masyarakat
11.
Memperkalkan
murid-murid dengan beberapa masalah yang dihadapi dalam memilih suatu pekerjaan
12.
Memperkenalkan
murid-murid dengan beberapa masalah tertentu yang berkaitan dengan fasilitas
yang tersedia dalam pendidikan dan perencanaan pendidikan masa depan
13.
Membantu
murid-murid yang tidak dapat melanjutkan studi ke Sekolah Menengah untuk
menemukan pekerjaan dengan didasarkan atas informasi yang valid
Sedangkan layanan informasi di Sekolah Menengah memiliki tujuan
atau sasaran sebagai berikut:
1.
Untuk
menilai kemampuan persepsi diri dan minat seseorang terhadap persyaratan
pekerjaan yang aktual
2.
Untuk
mengidentifikasi dan memperkenalkan ketrampilan-ketrampilan kerja yang
diperoleh
3.
Mengembangkan
kesadaran diri dan kepercayaan diri dalam mengantisipasi individu memilih
kelompok jabatan
4.
Menunjukkan
ketrampilan dasar pemula dalam kompetensi dasar ketrampilan untuk memilih
kelompok jabatan
5.
Mengembangkan
apresiasi terhadap keperluan semua kerjaan dan pentingnya mereka terlibat dalam
masyarakat
6.
Mengembangkan
prosedur untuk memperoleh kemampuan yang dibutuhkan dan pengalaman yang
diperlukan dalam memilih kelompok jabatan
7.
Mengembangkan
penghargaan individu kaitannya di antara nilai-nilai pribadi dan pengaruh
lainnya yang bermakna pada pemilihan pekerjaan
8.
Belajar
untuk memperkecil ketidaksesuaian antara apa yang dirasakan dan apa yang
diinginkannya
9.
Belajar
untuk menetapkan proses pengambilan keputusan terhadap identifikasi pribadi
dari suatu pemilihan pekerjaan yang bersifat tentatif
10.
Melibatkan
dalam seleksi antisipasi pekerjaan atau peran didasarkan atas sikap,
nilai-nilai, pendidikan, dan kesadaran pekerjaan individu
11.
Memberikan
pemahaman yang mendalam terhadap lapangan pekerjaan
12.
Mengembangkan
alat-alat untuk membantu siswa dengan studi yang intensif terhadap beberapa
pilihan pekerjaan atau kesempatan latihan pendidikan
B.
Jenis Dan
Sumber Informasi
1.
Jenis Layanan
Informasi
Informasi yang menjadi isi layanan harus mencakup seluruh bidang pelayanan bimbingan
dan konseling. Demikian juga keluasan dan kedalamannya. Hal ini tergantung
kepada kebutuhan para peserta layanan (tergantung kebutuhan siswa).
Jenis dan jumlah informasi tidak terbatas, khususnya dalam rangka
pelayanan bimbingan dan konseling hanya berbicara 3 jenis informasi, yaitu:[2]
a.
Informasi Pendidikan
Individu yang
berstatus siswa atau calon siswa dalam bidang pendidikan dihadapkan pada
kemungkinan timbulnya masalah atau kesulitan. Diantara masalah dan kesulitan
tersebut berhubungan dengan 1) pemilihan program studi, 2) pemilihan sekolah
fakultas dan jurusannya, 3) penyesuaian diri dengan program studi, 4)
penyesuaian diri dengan suasana belajar, dan 5) putus sekolah. Mereka
membutuhkan adanya keterangan atau informasi untuk dapat membuat pilihan dan
keputusan yang bijaksana.
Informasi
tentang pendidikan sekolah yang mencakup semua data mengenai variasi program
pendidikan sekolah dan pendidikan pra-jabatan dari berbagai jenis, mulai dari
semua persyaratan penerimaan sampai dengan bekal yang dimiliki pada waktu
tamat. Bagi siswa-siswi dijenjang pendidikan menengah, informasi meliputi data
dan fakta tentang institusi pendidikan tempat mereka terdaftar sekarang ini,
serta data tentang kesempatan (luas-sempit) dan kemungkinan (besar-kecil) untuk
melanjutkan ke institusi pendidikan formal lebih tinggi atau memasuki aneka
jalur pendidikan nonformal sebagai pendidikan prajabatan. Informasi tentang
seluk beluk pendidikan disekolah sekarang, meliputi hal-hal sebagai berikut:
variasi program studi yang tersedia, berbagai kegiatan ekstrakurikuler,
ketentuan tata-tertib sekolah, jalur pembinaan siswa, ketentuan kenaikan kelas
dan lulus sekolah, teknik/cara belajar dengan cepat, kesulitan-kesulitan yang pada umumnya timbul.
Informasi
pendidikan sebagai data yang valid berguna tentang semua jenis pendidikan
sekarang dan akan datang serta kesempatan-kesempatan latihan dan tuntutannya.
Informasi yang diberikan meliputi peraturan sekolah dan jam sekolah, kegiatan
ekstrakurikuler, yang tersedia dan mata pelajaran, organisasi sekolah dan
aktifitas sosialnya, nilai pendidikan, kredit yang diambil, program pendidikan
setelah tamat sekolah, mata pelajaran yang dituntut untuk memasuki perguruan
tinggi, tuntutan dan persyaratan masuk perguruan tinggi, surat menyurat sekolah
dan lain sebagainya.[3]
b.
Informasi Pekerjaan
Masa yang
sulit bagi banyak orang muda adalah saat transisi dari dunia pendidikan ke
dunia kerja. Kesulitan itu terletak tidak saja dalam mendapatkan jenis
pekerjaan yang cocok, tetapi juga dalam penyesuaian diri dengan suasana kerja
yang baru dimasuki dan pengembangan diri selanjutnya
Informasi tentang dunia pekerjaan yang mencakup semua data mengenai
jenis-jenis pekerjaan yang ada di masyarakat, mengenai gradasi posisi dalam
lingkup suatu jabatan, mengenai persyaratan tahap dan jenis pendidikan,
mengenai system klasifikasi jabatan, dan mengenai prospek masa depan berkaitan
dengan kebutuhan riil masyarakat akan jenis/corak pekerjaan tertentu.[4]
Informasi jabatan/pekerjaan yang baik sekurang-kurangnya memuat hal-hal
sebagai berikut:
1) Struktur dan kelompok-kelompok jabatan/pekerjaan utama.
2) Uraikan tugas masing-masing jabatan/pekerjaan.
3) Kualifikasi tenaga yang diperlukan untuk masing-masing jabatan.
4) Cara-cara atau prosedur penerimaan.
5) Kondisi kerja.
6) Kesempatan-kesempatan untuk pengembangan karier.
7) Fasilitas penunjang untuk kesejahteraan pekerjaan, seperti kesehatan, olah
raga dan rekreasi, kesempatan pendidikan bagai anak-anak, dan sebagainya.
Informasi pekerjaan
sebagai data yang valid berguna tentang posisi pekerjaan dan lapangan kerja.
Termasuk didalam tugas-tugas, tuntutan dan persyaratan masuk, kondisi
pekerjaan, imbalan pekerjaan, pola kemajuan, kebutuhan tenaga kerja dan sumber
informasi ynag lebih lanjut. Informasi pekerjaan akan termasuk data yang
relevan dengan item-item diantaranya sebagai berikut: tenaga kerja,
struktur duania kerja dan kelompok, kecenderungan kerja, Undang-Undang
perburuan, sumber informasi mempelajari pekerjaan, pekerjaan yang utama dan
penting, kriteria untuk menilai bahan informasi pekerjaan dan lain sebagainya.
c.
Informasi Sosial Budaya
Hal yang dapat
dilakukan melalui penyajian informasi sosial budaya yang meliputi, macam-macam
suku bangsa, adat istiadat, agama dan kepercayaan, bahasa, potensi-potensi
daerah dan kekhususan masyarakat atau daerah tertentu.
Tujuan layanan
informasi adalah:
a.
Informasi pendidikan, meliputi data
dan keterangan yang valid serta berguna tentang kesempatan dan syarat-syarat
berkenaan dengan berbagai jenis pendidikan yang ada sekarang dan yang akan
datang.
b.
Informasi Jabatan, meliputi
penyampaian tentang pengetahuan dan penghayatan tentang pekerjaan atau jabatan
tang akan dimasuki.
c.
Informasi sosial Budaya, adalah
informasi yang berhubungan dengan masalah-masalah sosial budaya yang perlu
dipahami oelh siswa untuk menyesuaikan diri dan membuat keputusan.[5]
Sedangkan
menurut Prayitno dan Erman Amti, jenis-jenis layanan informasi dibedakan tiap
tingakatan khususnya memasuki SMA/SMK/MA ialah:[6]
a.
Jurusan atau program-program yang
telah disediakan
b.
Mata pelajaran dan pembidangannya, seperti
mata pelajaran umum,, penerapan ke perguruan tinggi, keterampilan.
c.
Hubungan antara satu jurusan atau
program dengan pekerjaan atau kegiatan masyarakat yang lebih luas
d.
Tersedianya latihan-latihan khusus
e.
Jadwal kegiatan belajar dan latihan
f.
Kegiatan ko dan ekstrakulikuler
g.
Tuntutan pengembangan sikap dan
kebiasaan belajar
h.
Peraturan sekolah, hak, dan
kewajiban siswa
i.
Fasilitas sumber belajar
(perpustakaan, laboratorium, bengkel dan lain ssebagainya)
j.
Pelayanan bimbingan dan konseling
k.
Fasilitas penunjang (pelayanan
kesehatan, makanan, bursa, buku/alat-alat pelajaran, transportasi)
l.
Kemungkinan beasiswa
m.
Kemungkinan melanjutkan ke
perguruan tinggi
n.
Ingin bekerja
o.
Keadaan fisik sekolah
p.
Prosedur penerimaan
Jenis-jenis
layanan informasi adalah materi layanan informasi pada dasarnya tidak terbatas.
Khusus dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling,layanan informasi yang
diberikan kepada siswa dibedkan menjadi emapat bidang yaitu,, informasi dalam
bidang pribadi, sosial, belajar dan karier. Namun demi tercapainya tujuan dari
layanan informasi maka materi informaasi sebaiknya disesuaikan dengan tujuan
dari pelaksanaan layan informasi itu sendiri.
2.
Sumber Layanan
Informasi
Winkel
mengemukakan mengenai sumber layanan informasi adalah badan pemerintah yang
begerak dibidang pelayanan dan pendidikan, yang memuat informasi tentang dunia
pendidikan dan seluk beluk kehidupan pribadi-sosial manusia. Salah satu sumber
informasi yang murah, namun handal dan selalubaru yang harus dimanfaatkan dapat
diperoleh dari surat kabar, majalah, dan internet serta bentuk-bentuk media
massa lainnya.[7]
C.
Mekanisme
Penyajian Layanan Informasi
1.
Perencanaan
a. identifikasi
kebutuhan akan informasi bagi subjek (calon) peserta layanan;
b. menetapkan materi informasi sebagai isi
layanan;
c. menetapkan
subjek sasaran layanan;
d. menetapkan
nara sumber;
e. menyiapkan
prosedur, perangkat dan media layanan; dan
f. menyiapkan
kelengkapan administrasi.
2.
Pelaksanaan
a. Mengorganisasikan kegiatan layanan;
b. Mengaktifkan peserta layanan; dan
c.
Mengoptimalkan penggunaan metode dan media.
3.
Evaluasi
a. Menetapkan
materi evaluasi;
b. Menetapkan
prosedur evaluasi;
c. Menyusun
instrumen evaluasi;
d. Mengaplikasikan
instrumen evaluasi; dan
e. Mengolah
hasil aplikasi instrument.
4.
Analisis
Hasil Evaluasi
a. Menetapkan
norma/standar evaluasi;
b. Melakukan
analisis; dan
c. Menafsirkan
hasil analisis.
5.
Tindak
Lanjut
a. Menetapkan
jenis dan arah tindak lanjut;
b. Mengkomunikasikan
rencana tindak lanjut kepada pihakterkait; dan
c. Melaksanakan
rencana tindak lanjut
6.
Pelaporan
a. Menyusun
laporan layanan orientasi;
b. Menyampaikan
laporan kepada pihak terkait; dan
Adapun mekanisme layanan informasi menurut Dewa
Ketut Sukardi pada bukunya yang berjudul Pedoman
Praktis Bimbingan Penyuluhan di Sekolah adalah sebagai berikut:[9]
1.
Langkah
Persiapan
a. Menetapkan tujuan dan isi informasi termasuk
alasan-alasannya
b. Mengidentifikasi sasaran (siswa) yang akan menerima
informasi
c. Mengetahui sumber-sumber informasi
d. Menetapkan teknik penyampaian informasi
e. Menetapkan waktu dan jadwal kegiatan
f. Menetapkan ukuran keberhasilan
2.
Langkah
Pelaksanaan
a. Usahakan menarik minat dan perhatian siswa
b. Berikan informasi secara sistematis dan sederhana
sehingga jelas isi dan manfaatnya
c. Berikan contoh yang berhubungan dengan kehidupan
siswa sehari-hari
d. Usahakan selalu bekerjasama dengan guru mata
pelajaran dan wali kelas agar isi informasi yang diberikan guru, wali kelas,
dan guru bimbingan konseling tidak saling bertentangan atau ada keselarasan
antara sumber informasi
3.
Langkah
Evaluasi
Pembimbing hendaknya mengevaluasi tiap kegiatan
penyajian informasi. Langkah evaluasi ini selalu dilupakan sehingga tidak
diketahui sampai seberapa jauh siswa mampu menangkap informasi. Manfaat dari
langkah evaluasi adalah sebagai berikut:
a. Pembimbing mengetahui hasil pemberian informasi
b. Pembimbing mengetahui efektifitas suatu teknik
c. Pembimbing mengetahui apakah persiapannya sudah
cukup matang atau masih banyak kekurangan
d. Pembimbing mengetahui kebutuhan siswa akan informasi
lain atau informasi sejenis
e. Bila dilakukan evaluasi, siswa merasa perlu
memperhatikan lebih serius. Dengan demikian, timbul sikap positif dan
menghargai isi informasi yang diterimanya.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Layanan
informasi adalah merupakan suatu landasan dasar jika siswa akan diperlengkapi
dengan pengetahuan dasar yang diperlukan untuk memikirkan secara mendalam pokok
permasalahan pribadi yang penting, yaitu taraf pendidikan, pemilihan pekerjaan,
dan pemeliharaan kepribadian dengan semakin lajunya pertumbuhan dan
perkembangan dunia yang tampak semakin kompleks dan kompetetif maka lebih jauh
layanan bimbingan di sekolah memikul tanggung jawab yang berat untuk memenuhi
tuntutan para siswa dalam bidang kependidikan.
Jenis layanan informasi adalah sebagai
berikut: Informasi Pendidikan, Informasi Pekerjaan, dan Informasi
Sosial Budaya. Dan adapaun salah satu sumber informasi yang murah, namun handal
dan selalubaru yang harus dimanfaatkan dapat diperoleh dari surat kabar,
majalah, dan internet serta bentuk-bentuk media massa lainnya. Selain itu juga
pemteri menjelaskan tentang mekanisme penyajian layanan informasi yakni: Perencanaan,
Pelaksanaan,
Evaluasi,
Analisis
Hasil Evaluasi, Tindak Lanjut, dan Pelaporan.
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Pendidikan Nasional. Undang-Undang Nomor 20 Tahun
2003
Tentang Pendidikan Nasional. Jakarta
Gunawan, Yusuf. 1987. Pengantar Bimbingan dan Konseling. Jakarta:
Gramedia
Pustaka
Inkel dan Sri
Hastuti. 2006. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan.
Yogyakarta:
Media Abadi
Prayitno dan Erman Amti. 1999. Dasar-dasar
Bimbingan dan Konseling. Jakarta:
PT Rineka Cipta
Sukardi, Dewa Ketut. 1989. Pedoman Praktis Bimbingan dan Penyuluhan
di
Sekolah dan Madrasah. Pekanbaru:
Grafindo Persada
M. S Winkel, M. S dan M.M Sri Hatuti. 2004 .Bimbingan dan
Konseling di
Intitusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi
[1]
M. S Winkel dan M.M Sri Hatuti, Bimbingan dan Konseling di Intitusi
Pendidikan, (Media Abadi, Yogyakarta: 2004), 321.
[2]
Prayitno dan Erman Amti, Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling, (Jakarta:
PT Rineka Cipta, 1999 ), 261-268.
[3]
Yusuf Gunawan, Pengantar Bimbingan dan Konseling, (Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama, 1987), 91.
[4]Ibid,
262-268.
[5]
Departemen Pendidikan Nasional, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang
Pendidikan Nasional, (Jakarta), 11.
[7]
Winkel dan Sri Hastuti, Bimbingan
dan Konseling di Institusi Pendidikan, (Yogyakarta: Media Abadi, 2006),
323.
[8] Tohirin, Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah, (Pekanbaru:
Grafindo Persada, 2007), 152
[9] Dewa Ketut Sukardi dan Desak
Made Sumiati, Pedoman PraktisBimbingan
dan Penyuluhan di Sekolah, (Denpasar: Rineka Cipta, 1989), 37-40
Tidak ada komentar:
Posting Komentar