Rabu, 14 November 2018

MANAJEMEN KONSEP LAYANAN INFORMASI




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Program bimbingan yang tidak memberikan layanan informasi akan menghalangi peserta didik berkembang lebih jauh. Hal ini dikarenakan mereka memberikan kesempatan untuk mempelajari data dan fakta yang dapat mempengaruhi jalan hidupnya. Namun, mengingat luasnya informasi yang tersedia saat ini, mereka harus mengetahui pula informasi manakah yang relevan untuk mereka dan mana yang tidak relevan, serta informasi macam apa yang menyangkut data dan fakta yang tidak berubah dengan beredarnya roda waktu. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat mengakibatkan corak kehidupan masyarakat terus berubah, sehingga sebagian dari fakta dan data yang kemarin merupakan kenyataan, besok lusa sudah bukan kenyataan lagi.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat mengakibatkan corak kehidupan masyarakat terus berubah, sehingga sebagian dari fakta dan data yang kemarin merupakan kenyataan, besok lusa sudah bukan kenyataan lagi. Maka, disamping mendapatkan informasi tentang kenyataan lingkungan hidup yang berlaku sekarang ini, peserta didik juga harus memperoleh informasi tentang cara mengikuti perubahan dalam lingkungan hidupnya, dan dari sumber-sumber yang mana dapat digali tentang pengetahuan tentang hal-hal yang telah berubah atau kiranya akan berubah dikemudian hari.
 Maka, disamping mendapatkan informasi tentang kenyataan lingkungan hidup yang berlaku sekarang ini, peserta didik juga harus memperoleh tentang cara mengikuti perubahan dalam lingkungan hidupnya dan dari sumber-sumber yang mana dapat digali tentang pengetahuan tentang hal-hal yang telah berubah atau kiranya akan berubah di kemudian hari. Dengan demikian, penulis akan membahas tentang pengertian layanan informasi, jenis-jenis informasi, sumber-sumber informasi, dan mekanisme penyajian informasi.[1]
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian layanan informasi?
2.      Apa  saja jenis dan sumber informasi?
3.      Bagaimana mekanisme penyajian informasi?
C.    Tujuan
1.      Menjelaskan  pengertian layanan informasi.
2.      Merumuskan jenis dan sumber informasi.
3.      Mendeskripsikan mekanisme penyajian  informasi.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Layanan Informasi
Penyajian informasi adalah merupakan salah satu dari beberapa kegiatan dalam rangka program layanan bimbingan di sekolah untuk membantu siswa dalam mengenal lingkungannya. Terutama kesempatan-kesempatan yang ada di lingkungannya yang dapat dimanfaatkan bauk pada masa kini maupun pada masa mendatang. Penyajian informasi dimaksudkan untuk membantu siswa memberikan wawasan, sehingga para siswa dapat menggunakan informasi ini untuk merencanakan kehidupan masa kini maupun masa depan.
Dalam pelaksanaan layanan bimbingan di sekolah, layanan informasi diberikan pada siswa di sekolah sekurang-kurangnya ada tiga alasan yang melatarbelakangi mengapa layanan informasi perlu dan penting diberikan dalam program layanan bimbingan di sekolah. Alasan-alasan yang dimaksud diantaranya:
Pertama, layanan informasi adalah merupakan suatu landasan dasar jika siswa akan diperlengkapi dengan pengetahuan dasar yang diperlukan untuk memikirkan secara mendalam pokok permasalahan pribadi yang penting, yaitu taraf pendidikan, pemilihan pekerjaan, dan pemeliharaan kepribadian dengan semakin lajunya pertumbuhan dan perkembangan dunia yang tampak semakin kompleks dan kompetetif maka lebih jauh layanan bimbingan di sekolah memikul tanggung jawab yang berat untuk memenuhi tuntutan para siswa dalam bidang kependidikan. Sasaran layanan informasi bukanlah hanya memberikan informasi, tetapi juga mendorong siswa untuk menilai ide-ide, keadaan, dan arah secara kritis agar mereka memperoleh pemahaman diri pribadi pada masa kini maupun masa mendatang.
Kedua, layana informasi merupakan salah satu landasan dasar yang dipakai sebagai acuan untuk mampu mengatur tindakannya sendiri. Para siswa masa kini diharapkan untuk dapat mampu memikul tanggung jawab dibandingkan dengan para siswa sebelumnya. Suasana mengatur diri sendiri secara mandiri terutama menunjuk bahwa individu itu sendiri merencanakan dan mengetahui apa yang semestinya mereka lakukan didasarkan atas data-data yang diketahui. Suatu layanan informasi yang hidup dan terus berenyut harus memiliki: (1) sumber-sumber dan alat yang cukup memadai untuk mengumpulkan informasi dengan cepat, relevan dan mutakhir (2) dapat memperlancar pemberian informasi pada siswa, agar mereka mampu memakai dan menggunakannya.
Ketiga, layanan informasi merupakan suatu landasan dasar apabila siswa mengeksplorasi dan menyadari kemungkinan-kemungkinan stabilitas dan perubahan ciri-ciri perkembangannya. Siswa perlu mengksplorasi posisi-posisi yang memungkinkan diisi Tu ditempati setelah mereka menelusuri suatu jalan pintas. Mereka harus memahami pilohannya, konsekuensi-konsekuensinya, dan rangkaian pilihannnya. Kekurangan pengetahuan tentang pengembangan diri acapkali menjurus pada kegagalan, penolakan dan gangguan-gangguan. Pengetahuan tentang pengembangan diri yang mendalam memberikan kecenderungan pada citra diri yang posistif dan mendorong kepribadian.
Noris (1972), mengemukakan bahwa sasaran layanan informasi adalah untuk membantu pengembangan pemahaman diri dan penerimaan diri, untuk mengembangakan kesadaran akan akibat dari keputusan.
Bebrapa layanan informasi yang lebih sesuai untuk para muid di Sekolah Dasar adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengembangkan kesadaran diri dan penerimaan diri
2.      Mengembangkan pemahaman bahwa perubahan akan terjadi secara berkelanjutan dan berkesinambungan
3.      Mengembangkan kesadaran akan tujuan pekerjaan yang ada dan bagaimana memenuhi kebutuhan
4.      Mengembangkan kosep ketidaktergantungan terhadap orang lain (kemandirian)
5.      Mengembangakan kesadaran bahwa seorang keluarga d an teman memainkan peran yang berpengaruh dalam mempengaruhi sikap-sikap dan nilai nilai individual terhadap unit kerja
6.      Membantu anak muda mengeksplorasi lapangan kerja dan menilai kekuatan dan minatnya di mana dia dapat mengembangkan kemampuannya
7.      Membantu memberikan pengalaman yang cukup memadai untuk memperkenalkan anak dengan beberapa macam tipe pekerja yang berbeda 
8.      Membantu murid-murid untuk melihat hubungan timbal balik di antara macam-macam lapangan kerja
9.      Membantu murid-murid dalam membangun kebiasaan kerja dan belajar bagaimana bekerjasama dengan bermacam-macam orang
10.  Membaantu murid-murid dalam mengembangkan sikap positif terhadap semua macam pekerjaan yang bermanfaat bagi masyarakat
11.  Memperkalkan murid-murid dengan beberapa masalah yang dihadapi dalam memilih suatu pekerjaan
12.  Memperkenalkan murid-murid dengan beberapa masalah tertentu yang berkaitan dengan fasilitas yang tersedia dalam pendidikan dan perencanaan pendidikan masa depan
13.  Membantu murid-murid yang tidak dapat melanjutkan studi ke Sekolah Menengah untuk menemukan pekerjaan dengan didasarkan atas informasi yang valid

Sedangkan layanan informasi di Sekolah Menengah memiliki tujuan atau sasaran sebagai berikut:
1.      Untuk menilai kemampuan persepsi diri dan minat seseorang terhadap persyaratan pekerjaan yang aktual
2.      Untuk mengidentifikasi dan memperkenalkan ketrampilan-ketrampilan kerja yang diperoleh
3.      Mengembangkan kesadaran diri dan kepercayaan diri dalam mengantisipasi individu memilih kelompok jabatan
4.      Menunjukkan ketrampilan dasar pemula dalam kompetensi dasar ketrampilan untuk memilih kelompok jabatan
5.      Mengembangkan apresiasi terhadap keperluan semua kerjaan dan pentingnya mereka terlibat dalam masyarakat
6.      Mengembangkan prosedur untuk memperoleh kemampuan yang dibutuhkan dan pengalaman yang diperlukan dalam memilih kelompok jabatan
7.      Mengembangkan penghargaan individu kaitannya di antara nilai-nilai pribadi dan pengaruh lainnya yang bermakna pada pemilihan pekerjaan
8.      Belajar untuk memperkecil ketidaksesuaian antara apa yang dirasakan dan apa yang diinginkannya
9.      Belajar untuk menetapkan proses pengambilan keputusan terhadap identifikasi pribadi dari suatu pemilihan pekerjaan yang bersifat tentatif
10.  Melibatkan dalam seleksi antisipasi pekerjaan atau peran didasarkan atas sikap, nilai-nilai, pendidikan, dan kesadaran pekerjaan individu
11.  Memberikan pemahaman yang mendalam terhadap lapangan pekerjaan
12.  Mengembangkan alat-alat untuk membantu siswa dengan studi yang intensif terhadap beberapa pilihan pekerjaan atau kesempatan latihan pendidikan
B.     Jenis Dan Sumber Informasi
1.      Jenis Layanan Informasi
Informasi yang menjadi isi layanan harus  mencakup seluruh bidang pelayanan bimbingan dan konseling. Demikian juga keluasan dan kedalamannya. Hal ini tergantung kepada kebutuhan para peserta layanan (tergantung kebutuhan siswa).
Jenis dan jumlah informasi tidak terbatas, khususnya dalam rangka pelayanan bimbingan dan konseling hanya berbicara 3 jenis informasi, yaitu:[2]
a.       Informasi Pendidikan
Individu yang berstatus siswa atau calon siswa dalam bidang pendidikan dihadapkan pada kemungkinan timbulnya masalah atau kesulitan. Diantara masalah dan kesulitan tersebut berhubungan dengan 1) pemilihan program studi, 2) pemilihan sekolah fakultas dan jurusannya, 3) penyesuaian diri dengan program studi, 4) penyesuaian diri dengan suasana belajar, dan 5) putus sekolah. Mereka membutuhkan adanya keterangan atau informasi untuk dapat membuat pilihan dan keputusan yang bijaksana.
Informasi tentang pendidikan sekolah yang mencakup semua data mengenai variasi program pendidikan sekolah dan pendidikan pra-jabatan dari berbagai jenis, mulai dari semua persyaratan penerimaan sampai dengan bekal yang dimiliki pada waktu tamat. Bagi siswa-siswi dijenjang pendidikan menengah, informasi meliputi data dan fakta tentang institusi pendidikan tempat mereka terdaftar sekarang ini, serta data tentang kesempatan (luas-sempit) dan kemungkinan (besar-kecil) untuk melanjutkan ke institusi pendidikan formal lebih tinggi atau memasuki aneka jalur pendidikan nonformal sebagai pendidikan prajabatan. Informasi tentang seluk beluk pendidikan disekolah sekarang, meliputi hal-hal sebagai berikut: variasi program studi yang tersedia, berbagai kegiatan ekstrakurikuler, ketentuan tata-tertib sekolah, jalur pembinaan siswa, ketentuan kenaikan kelas dan lulus sekolah, teknik/cara belajar dengan cepat,  kesulitan-kesulitan yang pada umumnya timbul.
Informasi pendidikan sebagai data yang valid berguna tentang semua jenis pendidikan sekarang dan akan datang serta kesempatan-kesempatan latihan dan tuntutannya. Informasi yang diberikan meliputi peraturan sekolah dan jam sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, yang tersedia dan mata pelajaran, organisasi sekolah dan aktifitas sosialnya, nilai pendidikan, kredit yang diambil, program pendidikan setelah tamat sekolah, mata pelajaran yang dituntut untuk memasuki perguruan tinggi, tuntutan dan persyaratan masuk perguruan tinggi, surat menyurat sekolah dan lain sebagainya.[3]
b.      Informasi Pekerjaan
Masa yang sulit bagi banyak orang muda adalah saat transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja. Kesulitan itu terletak tidak saja dalam mendapatkan jenis pekerjaan yang cocok, tetapi juga dalam penyesuaian diri dengan suasana kerja yang baru dimasuki dan pengembangan diri selanjutnya
Informasi tentang dunia pekerjaan yang mencakup semua data mengenai jenis-jenis pekerjaan yang ada di masyarakat, mengenai gradasi posisi dalam lingkup suatu jabatan, mengenai persyaratan tahap dan jenis pendidikan, mengenai system klasifikasi jabatan, dan mengenai prospek masa depan berkaitan dengan kebutuhan riil masyarakat akan jenis/corak pekerjaan tertentu.[4]
Informasi jabatan/pekerjaan yang baik sekurang-kurangnya memuat hal-hal sebagai berikut:
1)      Struktur dan kelompok-kelompok jabatan/pekerjaan utama.
2)      Uraikan tugas masing-masing jabatan/pekerjaan.
3)      Kualifikasi tenaga yang diperlukan untuk masing-masing jabatan.
4)      Cara-cara atau prosedur penerimaan.
5)      Kondisi kerja.
6)      Kesempatan-kesempatan untuk pengembangan karier.
7)       Fasilitas penunjang untuk kesejahteraan pekerjaan, seperti kesehatan, olah raga dan rekreasi, kesempatan pendidikan bagai anak-anak, dan sebagainya.
Informasi pekerjaan sebagai data yang valid berguna tentang posisi pekerjaan dan lapangan kerja. Termasuk didalam tugas-tugas, tuntutan dan persyaratan masuk, kondisi pekerjaan, imbalan pekerjaan, pola kemajuan, kebutuhan tenaga kerja dan sumber informasi ynag lebih lanjut. Informasi pekerjaan akan termasuk data yang relevan dengan item-item diantaranya sebagai berikut: tenaga kerja, struktur duania kerja dan kelompok, kecenderungan kerja, Undang-Undang perburuan, sumber informasi mempelajari pekerjaan, pekerjaan yang utama dan penting, kriteria untuk menilai bahan informasi pekerjaan dan lain sebagainya.
c.       Informasi Sosial Budaya
Hal yang dapat dilakukan melalui penyajian informasi sosial budaya yang meliputi, macam-macam suku bangsa, adat istiadat, agama dan kepercayaan, bahasa, potensi-potensi daerah dan kekhususan masyarakat atau daerah tertentu.


Tujuan layanan informasi adalah:
a.       Informasi pendidikan, meliputi data dan keterangan yang valid serta berguna tentang kesempatan dan syarat-syarat berkenaan dengan berbagai jenis pendidikan yang ada sekarang dan yang akan datang.
b.      Informasi Jabatan, meliputi penyampaian tentang pengetahuan dan penghayatan tentang pekerjaan atau jabatan tang akan dimasuki.
c.       Informasi sosial Budaya, adalah informasi yang berhubungan dengan masalah-masalah sosial budaya yang perlu dipahami oelh siswa untuk menyesuaikan diri dan membuat keputusan.[5]
Sedangkan menurut Prayitno dan Erman Amti, jenis-jenis layanan informasi dibedakan tiap tingakatan khususnya memasuki SMA/SMK/MA ialah:[6]
a.       Jurusan atau program-program yang telah disediakan
b.      Mata pelajaran dan pembidangannya, seperti mata pelajaran umum,, penerapan ke perguruan tinggi, keterampilan.
c.       Hubungan antara satu jurusan atau program dengan pekerjaan atau kegiatan masyarakat yang lebih luas
d.      Tersedianya latihan-latihan khusus
e.       Jadwal kegiatan belajar dan latihan
f.       Kegiatan ko dan ekstrakulikuler
g.      Tuntutan pengembangan sikap dan kebiasaan belajar
h.      Peraturan sekolah, hak, dan kewajiban siswa
i.        Fasilitas sumber belajar (perpustakaan, laboratorium, bengkel dan lain ssebagainya)
j.        Pelayanan bimbingan dan konseling
k.      Fasilitas penunjang (pelayanan kesehatan, makanan, bursa, buku/alat-alat pelajaran, transportasi)
l.        Kemungkinan beasiswa
m.    Kemungkinan melanjutkan ke perguruan tinggi
n.      Ingin bekerja
o.       Keadaan fisik sekolah
p.      Prosedur penerimaan

Jenis-jenis layanan informasi adalah materi layanan informasi pada dasarnya tidak terbatas. Khusus dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling,layanan informasi yang diberikan kepada siswa dibedkan menjadi emapat bidang yaitu,, informasi dalam bidang pribadi, sosial, belajar dan karier. Namun demi tercapainya tujuan dari layanan informasi maka materi informaasi sebaiknya disesuaikan dengan tujuan dari pelaksanaan layan informasi itu sendiri.

2.      Sumber Layanan Informasi
Winkel mengemukakan mengenai sumber layanan informasi adalah badan pemerintah yang begerak dibidang pelayanan dan pendidikan, yang memuat informasi tentang dunia pendidikan dan seluk beluk kehidupan pribadi-sosial manusia. Salah satu sumber informasi yang murah, namun handal dan selalubaru yang harus dimanfaatkan dapat diperoleh dari surat kabar, majalah, dan internet serta bentuk-bentuk media massa lainnya.[7]

C.    Mekanisme Penyajian Layanan Informasi
1.      Perencanaan
a.       identifikasi kebutuhan akan informasi bagi subjek (calon) peserta layanan;
b.       menetapkan materi informasi sebagai isi layanan;
c.       menetapkan subjek sasaran layanan;
d.      menetapkan nara sumber;
e.       menyiapkan prosedur, perangkat dan media layanan; dan
f.       menyiapkan kelengkapan administrasi.
2.      Pelaksanaan
a. Mengorganisasikan kegiatan layanan;
b. Mengaktifkan peserta layanan; dan
c. Mengoptimalkan penggunaan metode dan media.
3.      Evaluasi
a.       Menetapkan materi evaluasi;
b.      Menetapkan prosedur evaluasi;
c.       Menyusun instrumen evaluasi;
d.      Mengaplikasikan instrumen evaluasi; dan
e.       Mengolah hasil aplikasi instrument.
4.      Analisis Hasil Evaluasi
a.       Menetapkan norma/standar evaluasi;
b.      Melakukan analisis; dan
c.       Menafsirkan hasil analisis.
5.      Tindak Lanjut
a.       Menetapkan jenis dan arah tindak lanjut;
b.      Mengkomunikasikan rencana tindak lanjut kepada pihakterkait; dan
c.       Melaksanakan rencana tindak lanjut
6.      Pelaporan
a.       Menyusun laporan layanan orientasi;
b.      Menyampaikan laporan kepada pihak terkait; dan
c.       Mendokumentasikan laporan.[8]
Adapun mekanisme layanan informasi menurut Dewa Ketut Sukardi pada bukunya yang berjudul Pedoman Praktis Bimbingan Penyuluhan di Sekolah adalah sebagai berikut:[9]
1.      Langkah Persiapan
a.       Menetapkan tujuan dan isi informasi termasuk alasan-alasannya
b.      Mengidentifikasi sasaran (siswa) yang akan menerima informasi
c.       Mengetahui sumber-sumber informasi
d.      Menetapkan teknik penyampaian informasi
e.       Menetapkan waktu dan jadwal kegiatan
f.       Menetapkan ukuran keberhasilan
2.      Langkah Pelaksanaan
a.       Usahakan menarik minat dan perhatian siswa
b.      Berikan informasi secara sistematis dan sederhana sehingga jelas isi dan manfaatnya
c.       Berikan contoh yang berhubungan dengan kehidupan siswa sehari-hari
d.      Usahakan selalu bekerjasama dengan guru mata pelajaran dan wali kelas agar isi informasi yang diberikan guru, wali kelas, dan guru bimbingan konseling tidak saling bertentangan atau ada keselarasan antara sumber informasi
3.      Langkah Evaluasi
Pembimbing hendaknya mengevaluasi tiap kegiatan penyajian informasi. Langkah evaluasi ini selalu dilupakan sehingga tidak diketahui sampai seberapa jauh siswa mampu menangkap informasi. Manfaat dari langkah evaluasi adalah sebagai berikut:
a.       Pembimbing mengetahui hasil pemberian informasi
b.      Pembimbing mengetahui efektifitas suatu teknik
c.       Pembimbing mengetahui apakah persiapannya sudah cukup matang atau masih banyak kekurangan
d.      Pembimbing mengetahui kebutuhan siswa akan informasi lain atau informasi sejenis
e.       Bila dilakukan evaluasi, siswa merasa perlu memperhatikan lebih serius. Dengan demikian, timbul sikap positif dan menghargai isi informasi yang diterimanya.




BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Layanan informasi adalah merupakan suatu landasan dasar jika siswa akan diperlengkapi dengan pengetahuan dasar yang diperlukan untuk memikirkan secara mendalam pokok permasalahan pribadi yang penting, yaitu taraf pendidikan, pemilihan pekerjaan, dan pemeliharaan kepribadian dengan semakin lajunya pertumbuhan dan perkembangan dunia yang tampak semakin kompleks dan kompetetif maka lebih jauh layanan bimbingan di sekolah memikul tanggung jawab yang berat untuk memenuhi tuntutan para siswa dalam bidang kependidikan.
Jenis layanan informasi adalah sebagai berikut: Informasi Pendidikan, Informasi Pekerjaan, dan Informasi Sosial Budaya. Dan adapaun salah satu sumber informasi yang murah, namun handal dan selalubaru yang harus dimanfaatkan dapat diperoleh dari surat kabar, majalah, dan internet serta bentuk-bentuk media massa lainnya. Selain itu juga pemteri menjelaskan tentang mekanisme penyajian layanan informasi yakni: Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi, Analisis Hasil Evaluasi, Tindak Lanjut, dan Pelaporan.



DAFTAR PUSTAKA
Departemen Pendidikan Nasional. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003
Tentang Pendidikan Nasional. Jakarta
Gunawan, Yusuf. 1987. Pengantar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Gramedia
Pustaka
Inkel dan Sri Hastuti. 2006. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan.
Yogyakarta: Media Abadi
Prayitno dan Erman Amti. 1999. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta:
PT Rineka Cipta
Sukardi, Dewa Ketut. 1989. Pedoman Praktis Bimbingan dan Penyuluhan di
Sekolah dan Madrasah. Pekanbaru: Grafindo Persada
M. S Winkel, M. S dan M.M Sri Hatuti. 2004 .Bimbingan dan Konseling di
Intitusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi





[1] M. S Winkel dan M.M Sri Hatuti, Bimbingan dan Konseling di Intitusi Pendidikan, (Media Abadi, Yogyakarta: 2004), 321.
[2] Prayitno dan Erman Amti, Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 1999 ), 261-268.
                                                                                                                                                  
[3] Yusuf Gunawan, Pengantar Bimbingan dan Konseling, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1987), 91.
[4]Ibid, 262-268.
[5] Departemen Pendidikan Nasional, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Pendidikan Nasional, (Jakarta), 11.
[6] Prayitno dan Erman Amti, Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling, 262.
[7] Winkel dan Sri Hastuti, Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan, (Yogyakarta: Media Abadi, 2006), 323.
[8] Tohirin, Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah, (Pekanbaru: Grafindo Persada, 2007), 152
[9] Dewa Ketut Sukardi dan Desak Made Sumiati, Pedoman PraktisBimbingan dan Penyuluhan di Sekolah, (Denpasar: Rineka Cipta, 1989), 37-40

Tidak ada komentar:

GAJI GURU HONORER DI SEKOLAH NEGERI DAN SWASTA

BERAPA GAJI GURU HONORER? Kegiatan mendidik anak merupakan tugas yang mulia, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. anak tidak hanya didid...